Testimoni


Testimoni Kanker Serviks Senin malam kemarin, saya silaturahmi ke salah seorang Kader Posyandu Bidan Samsianah di desa Jatisari Subah Batang Jawa Tengah. Kedatangan saya ke rumah beliau karena ingin memastikan saja, betulkah ibunda beliau yang pernah di diagnosa Kanker Serviks oleh dokter sudah betul2 sehat? Ternyata Alhamdulillah, saya melihat sendiri dan sempat bertemu dengan beliau. Terlihat energik dan masih aktif dagang kecil2an di rumahnya, walaupun usia beliau sudah lebih dari 60 tahun. Bahkan hari ini beliau juga masih bisa belanja sendiri ke pasar naik angkot dari rumahnya. Kemudian malam itu saya meluangkan waktu untuk ngobrol dengan Bu Khoiroh (Kader Posyandu) yang selama ini merawat ibundanya selama bolak balik perawatan penyembuhan ke Rumah Sakit Karyadi Semarang. Bu Khoiroh menceritakan kalau awalnya ibunya didiagnosa terkena kista, hingga dokter melakukan tindakan operasi untuk mengangkat ovarium nya. Ternyata selang beberapa bulan, saat kontrol dan dilakukan beberapa pemeriksaan termasuk pemeriksaan laboratorium, dokter mendiagnosa ibu nya divonis kanker serviks. Saat itu, bulan November 2016 ibunya sangatlah lemas bahkan tubuhnya tinggal tulang kulit saja karena berat badan nya semakin menurun. Hanya bisa aktivitas di atas tempat tidur. Sampai suatu sore, di bulan Januari 2017 dalam acara pertemuan kader posyandu di balai desa Jatisari, Bu Bidan Samsianah mengundang saya untuk mengisi edukasi Kangen Water. Bu Khoiroh adalah salah seorang peserta yang hadir dan membeli Kangen Water 5 L dari sekian orang yang hadir saat itu. Saat itu beliau menceritakan kalau alasan membeli Kangen Water adalah untuk ibunya yang sedang sakit kanker serviks dan sudah 3x menjalani kemoterapi. Alhamdulillah sejak saat itu, ibunda beliau selalu minum kangen water dan tidak pernah lagi minum air yang lain. Singkat cerita, Alhamdulillah melalui wasilah kangen water ibunda beliau yang harusnya diprogram kemoterapi sebanyak 8x, hanya menjalankan 3x saja, itu pun sebelum kenal kangen water. Dan setelah minum nya diganti total dengan Kangen Water, saat jadwal pemeriksaan di RS. Karyadi ternyata dokter sudah tidak menyarankan untuk kemoterapi lagi, karena dinyatakan bersih dari hasil USG nya. Masya Allah. Karena melihat hasil laboratorium nya yang semakin bagus dan kondisi fisik ibundanya yang semakin membaik, Bu Khoiroh semakin semangat untuk tidak pernah telat mengambil kangen water di rumah Bu Bidan Samsianah. Beliau juga semakin semangat mengenalkan kangen water ke lingkungan masyarakat tempat beliau tinggal. Karena beliau telah membuktikan sendiri, atas ijin Allah ibunya diberikan kesembuhan dari kanker serviks hanya dengan mengganti air minum dengan kangen water, bahkan tanpa obat sama sekali dalam waktu kurang dari satu tahun. Mohon bantu doa dari para pembaca semua, semoga ibunda Bu Khoiroh senantiasa diberikan kesehatan. Hari ini Bu Khoiroh sedang berikhtiar, meniatkan untuk menghadirkan Mesin Kangen Water di rumah beliau untuk keluarga tercinta. Semoga ikhtiar beliau dilancarkan oleh Allah SWT dan segera dimampukan untuk menghadirkan Mesin Kangen Water.

Elly Zulfa El Ihsani - Pemalang

Namanya Bapak Sarto dari Ajibarang..

testimoni kangen water solo
Beliau mengalami Kaku Tangan sehingga tidak bisa memegang benda,bahkan untuk makan pun harus disuapi oleh anggota keluarga. Saya bertemu anak beliau namanya Mbak Reni tanpa sengaja...beliau sedang mengisi Bahan bakar untuk motornya dan tanpa sengaja melihat Galon Kangen Water yang setiap hari Jumat saya sediakan untuk minum Karyawan Spbu. Beliau penasaran dan meminta nomer hp saya kepada salah satu karyawan spbu. Singkat cerita saya bertamu kerumah beliau,dan mendapati bapak mba Reni ini mengalami kaku tangan sudah bertahun tahun.Ikhtiar berobat kerumah sakit sudah dijalani..Mulai dari dokter Umum sampai dokter Specialist.. Dan pada akhirnya dokter umum pun menyerah..Dan Dokter Specialist Syaraf pun kehilangan akal bagaimana mengatasi penyakit ini,hingga Pak Sarto sendiri pun merasa putus Asa. Dan keluarga mencari pengobatan alternatif yang dirasa cocok.Dan saya menganjurkan kepada Bapak Sarto untuk mengkonsumsi Kangen Water secara rutin. Alhamdulillah....setelah konsumsi Kangen Water selama Sebulan beliau bisa memakai Sarung sendiri dan kurang lebih dari 4 bulan,yang sebelumnya Pak Sarto tidak bisa memegang sendok,sekarang beliau bisa menegang cucu nya sendiri dengan kedua tangan nya... Subhanallah... Laa khaulaa walakuwataillabillah.. Semoga semakin banyak keluarga yang sehat dengan Wasilah Kangen Water.. Amiin...

Novitriyanti - Ajibarang

Inspirasi Dari Mantan "Bos Gula"

testimoni kangen water solo
Bulan lalu tepatnya tanggal 18 Desember 2017 saya bertemu dengan pak Bambang (bukan nama sebenarnya), beliau sedang diuji oleh Allah berupa berkurangnya nikmat sehat karena harus "bersahabat" dengan penyakit diabetes selama 9 tahun kebelakang. Bicara soal diabetes, di Amerika Serikat, penyakit ini adalah satu dari tiga faktor pembunuh teratas, bahkan menurut data dari buku "pH Miracle" dikabarkan bahwa setengah dari populasi orang Amerika meninggal karena serangan jantung atau diabetes, sepertiganya karena penyakit Kanker. Kembali ke kisah pak Bambang, alhamdulillah hari ini saya dipertemukan kembali dengan beliau, pagi tadi sambil menunggu galon penuh terisi air hidrogen saya sempatkan untuk berbincang dengan pak Bambang. Jujur saja, ada yang berbeda dari pak Bambang, saya melihatnya jauh lebih sehat dibandingkan bulan lalu saat saya pertama kali bertemu beliau. "Apa kabar pak Bambang? Kelihatannya jauh lebih sehat sekarang ya pak?" Tanya saya. Alhamdulillah saya sudah lepas obat - obatan (obat ginjal, kolesterol, diabetes, asam urat), sudah gak ada kotak obat dimobil saya, bisa pakai sendal yang awalnya gak terasa kalau bepergian tapi belum pakai sendal, kolesterol normal, asam urat normal, berat badan saya kembali ke 75 Kg yang tadinya cuma 53 Kg padahal porsi makan sama saja, suntik insulin cuma 3x sehari (7 strip) yang awalnya 4x sehari (15 strip), jawab pak Bambang. Wow banget rasanya mendengar kabar baik tadi pagi, alhamdulillah Ohya buat sahabat yang bulan lalu belum lihat postingan saya di fb atau di grup whatsApp, saya coba sedikit jelaskan kronologi penyakit pak Bambang ini. Beliau pengidap penyakit diabetes turunan, ayahnya meninggal karena wasilah penyakit gula yang diderita selama satu tahun, paman - pamannya juga punya masalah yang sama (diabetes). Awal mula kejadian beliau divonis penyakit gula adalah saat 9 tahun lalu ia sedang nyetir mobil di jalan 2 arah, banyak mobil dari arah berlawanan memberikan lampu "dim", ada apa dengan saya, kok pada kasih lampu "dim"? Tanya pak Bambang heran, ternyata posisi mobil pak Bambang berjalan di tengah, ia gak ngeh kalau mengambil jalan pengendara lain. Saat periksa ke rumah sakit, dokter mengatakan gula darah pak Bambang 550, subhanallah.. Bahkan selama 9 tahun kebelakang, dokter yang menangani pak Bambang berkata "bapak ini punya pabrik gula" hehe.. beliau sambil tertawa kecil saat menceritakan kisahnya. Bukan perkara mudah, 9 tahun diuji dengan penyakit mengerikan yang merupakan 2 penyakit pembunuh teratas saat ini, biaya berobat gak perlu ditanya, mobil BMW yang beliau miliki terpaksa dijual untuk mencukupi kebutuhan keluarganya selama 2 tahun terakhir. Bukan hanya "akrab" dengan obat - obatan yang jumlahnya lebih dari 10 jenis setiap kali minum, suntik insulin harus dilakoni beliau sebanyak 4 kali sehari (15 strip per suntik) "yah untuk suntiknya aja Rp.220.000 / minggu" ujar pak Bambang. Bahkan saking banyaknya item obat yang ia minum, dokter mengatakan paling lama 2 tahun lagi pak Bambang bisa kena gagal ginjal. Hemm.. gimana rasanya kalau Anda ada di posisi beliau? Cukup pak Bambang saja ya yang membuktikan, Anda hanya perlu percaya, tidak perlu mengalami dulu untuk faham bahwa *sehat itu berharga*, betul?. Ada sebuah ungkapan _"saat Anda sehat, Anda ingin-kan banyak hal, tapi saat Anda sakit, ingin Anda cuma satu, yaitu *SEHAT*"_. "Pernah saya lupa pagi hari gak suntik (insulin), saya baru ingat jelang makan siang, tapi anehnya gak terasa apa - apa di badan, padahal biasanya saya payah sekali kalau gak suntik", pak Bambang menambahkan kisahnya. Bukan cuma kami yang melihat perkembangan kesehatan pak Bambang, dokter yang saat ini menangani pengobatan pak Bambang pun sudah mulai kepo, katanya, sekarang kelihatan makin sehat, *apa rahasianya?* Sambil pak Bambang menunjukan obat yang dokter itu berikan di pengobatan sebelumnya, ia sampaikan, "ini obat dari dokter tapi saya udah gak minum". Dokter pun terheran - heran dan bertanya, "bapak minum apa?", "saya minum air hidrogen dari pak Rizal" sahut pak Bambang Yani KW, [04.04.18 20:27] , sehari saya minum 3 - 4 liter (menurut perhitungan BB/20). Dan dokter itu saat ini mulai membuka diri dengan banyak bertanya seputar air hidrogen #eaaa #siul2x Pak Bambang merasakan betul perubahan kesehatan dirinya setelah minum air hidrogen yang dihasilkan oleh mesin water ionizer Leveluk series dari Enagic Jepang. Dulu sering sekali batuk - batuk yang sangat menyiksa seperti ada permen yang tersangkut di tenggorokan, efek diabetes tapi alhamdulillah sekarang sudah sembuh total. Satu lagi, sambil berjalan menuju mobil Honda Jazz putih miliknya, pak Bambang berkata, orang sakit gula kan susah "ngac*ng" ya mas (sambil memberikan isarat telunjuk tangannya keatas), eh tapi sekarang "on" terussss diiringi tawa kami berdua hahahaha... #Sensor Udah gitu aja, share ya, semoga manfaatnya tersebar. ^__^

Rizal Muharam

5 hari yang lalu, rahang kanan bawah si bul-bul bengkak, sepertinya dia sakit gigi atau sariawan karena pinggir mulut kanannya terlihat berwarna putih, kacian jadi makannya cuma dikit2. Eh kepikiran punya STRONG KANGEN pH 11,5 dan STRONG ACID pH 2,5 langsung deh dikompres tuh bengkaknya pake STRONG KANGEN abis itu dikompres dan disemprot mulutnya pake STRONG ACID. Sehari diulang 3 x. Alhamdulillah hari ke 3 bengkaknya sudah kempes ,, sudah mulai ngeong n manja dan makannya sudah banyak lagi,,, senangnya

Risnawati - Magelang

Berikan Testimoni Anda

Dapatkan Diskon
Daftar newsletter

 
Chat via Whatsapp

UA-46701940-36